Minggu, 13 Maret 2011

(belum ada judul)

Matahari terbit di sebelah timur, hembusan angin dari ufuk laut sudah kembali ke daratan. Terlihat sebuah kota yang sudah mulai sibuk di pagi hari, sebuah kota kecil dibawah megahnya langit sang pencipta. Dibagian sebelah timur kota, ada toko yang menjual berbagai makanan ringan seperti kripik dan lain-lain, sang pengusaha bernama SITI dan asisstennya bernama SARTIKA terlihat sudah membuka toko. Tak jauh terdengar suara ribut dari tempat kos sebelah toko, AYU sang mahasiswa yang menunggak uang kosan selama 2 bulan yang sedang ditagih sama pemilik kos HANA yang terkenal galak. Pertengkaran itu membuat sang ibu RW, RESITA turut menengahi. Suasana gaduh dipinggir kota yang belum hilang dari bayangan. Mamaksa waktu berjalan terus menuju pusat kota, disambut dengan tingginya gedung-gedung bertingkat. Ada sebuah studio sekaligus basecamp band “TR” yang personilnya terdiri dari JOLDI, ADIT, RICO, DITA, AMBAR & TIKA. Disamping sebuah studio ada gedung bertingkat 3, di lantai 2 ada sebuah kantor majalah bagian fashion yang selalu menjadi trend setter dikalangan anak-anak kota. Para cewek yang berkreasi didalamnya adalah DEA, PUTRI & SEPTI. Di lantai 3 ada kantor majalah bagian korea, sang jurnalis dan tim kreatifnya bernama KARTIKA & SELLY. Dilantai satu terlihat sedang ada pemotretan, sang photographer ULFA yang sedang mengarahkan gaya sang model bernama FEBI dan ada NURVITA yang sedang diwawancara oleh wartawan majalah soal film horror terbarunya.
Tak terasa jam makan siang sudah menanti, para pegawai sudah mulai berhamburan keluar kantor. Terlihat beberapa tempat makan sudah penuh oleh para pembeli, salah satunya sebuah restoran bernuansa cina ditengah kota. Sang pemilik GEOFANY & RYAN terlihat sibuk membantu karyawannya melayani para pelanggan.Terlihat sebuah pamflet disamping restoran itu, pamflet penerimaan murid baru dalam kelas yoga yang melatih ketenangan dan kesabaran hati yang dipasang sang pemilik bernama HASANAH. Ditengah keramaian kota, beberapa mobil pegawai pemerintahan berjalan menyusuri jalan raya kota dan berhenti di gedung pemerintahan. Keluarlah sang wali kota dengan menteri keuangan SARAH dan menteri luar negeri RISKA yang berjalan memasuki gedung pemerintahan.
Sebuah mobil melintasi gedung pemerintahan, dan berhenti di sebuah restoran bernuansa jawa yang ada diujung jalan. Sang pemilik DANY, antusias menyambut dua orang yang keluar dari mobil tersebut. Mereka adalah jurnalis harian Koran indigo, yaitu PUSPITA & MUTIARA. Mereka berjalan masuk kedalam restoran, terlihat ada NOVERINA yang sedang launching desain terbarunya kepada para kliennya. Tak jauh dari situ ada sebuah pusat latihan tinju yang dimiliki oleh WAHYU, guru yang melahirkan petinju handal di kota itu. Beberapa anak sekolah dasar melewati tempat itu, menuju gedung disampingnya. Tempat les matematika yang terkenal di kota, sang guru adalah master matematika, dia bernama MARCHYA. Dulu dua blok dari tempat itu ada toko elektronik yang dimiliki oleh IVAN, namun Karena sang pemilik terkena deportasi oleh pemerintah maka dia menjualnya kepada seorang tabib khusus penyembuh asma yaitu PIPIH. Tabib tersebut bekerjasama dengan seorang pemilik air murni yang cinta penghijauan yang bernama ANDINI.
Senja mulai datang, para pekerja mulai memadati jalan raya dengan kendaraan. Terlihat HERA, RUTH dan VIVIN yang sedang berjalan menuju gereja. Toko-tokopun sudah mulai tutup, ketika adzan magrib berkumandang, beberapa para muslim menuju masjid untuk sholat berjamaah. Beberapa para warga tionghoapun mulai memadati klenteng. Sungguh amat nyata, mereka berdoa dengan iman yang berbeda namun tetap bisa dengan hikmat menghadap Tuhan yang Esa. Semua berjalan dijalannya masing-masing, dibawah tangan Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar