Gue gak tau hari ini harus bilang apa dan nulis apa.. dan bagaimana gue tulis alur cerita ini.
Nah, sesuai judul gue diatas.. "Pusing"
Kenapa gue pusing? karena gue abis keliling-keliling lapangan bola bakset sambil goyang caiiyya-caiiyya ala briptu norman. (?)
Awalnya gue sabar, cari di "Mbah Gugel".. mengetikkan salah satu nama universitas yg pengen gue liat. Awalnya seperti membuka sebuah website biasa, hanya klik sana sini baca sebentar klik.. tapi makin lama, makin banyak "windows" yg terbuka.. gue klik sebelah sana gue klik ini dan itu dan terus berulang-ulang (Gue yakin otak lu yang baca tulisan gue bakal bilang "Hei, pus! maksud lu apaan sih TU DE POIN aja kalee)
oke.. sampai 7 windows terbuka bersamaan dan hey, gue diajak muter-muter di web yang isinya hampir sama. dioper kesana kemari dan akhirnya gue bener-bener muak dan pusing. TApi satu titik cerah muncul, gue coba donlot soal-soal yang digunakan pada tahun lalu. Tapi PERCAYALAH!! data itu ternyata sudah dihapus oleh sang SERVER error itu!!
Disini bukan hanya laptop gue yang panas dan kedat kedut karena gue pakai untuk klik mengklik dalam frekuensi yang cepat, tapi juga otak gue yang cenat cenut kayak lagu SM*SH!!
Dan terakhirnya yg gue lakukan, menutup semua windows sialan itu, dan membuka blog gue dan menuliskan betapa jengkelnya gue dengan kejadian itu.
oke.. sekian.. tapi sampai sekarang gue masih mikir. Apa yang harus gue tulis hari ini?
hahahaha
Minggu, 08 Mei 2011
Sabtu, 19 Maret 2011
Jauh dari Tsunami, Dekat dr Hujan Meteor
Sore hari, kebiasaan pasangan di rumah gue adalah satu minum teh, dua duduk diruang tamu nikmati masa tua.. hahaha
mari kita nguping percakapan mereka ::
nyokap : pah, kasian yah yang kena sunami di jepang,...
bokap : iya, tapi emang negara itu rawan bencana
nyokap : korbannya banyak tuh pah..
bokap : iya..
nyokap : terus papua kena jugakan pah?
bokap : iya, tapi gak terlalu parah kyk di hawai..
nyokap : pah, kan kita di jawa.. rumah kita jauh dari pantaikan ya?
bokap : iya.. kita gk kena dampak.. kan lempengan pulau kita beda.. makanya, kebanyakan gempa yang kena yang di sebelah timur sana..
nyokap : alhamdulillah.. berarti kita jauh dari kena tsunami ya pah? :)
bokap: iya.. kita jauh dari tsunami.. TAPI deket kalo kejatuhan meteor..
nyokap : ehm... (-_-)> #garuk2 kepala
-------------------------------------
posisi gue yang lagi nguping jadi ketawa ngakak..
hahaha..
dan itulah pasangan terserasi di sore ini.. :)
mari kita nguping percakapan mereka ::
nyokap : pah, kasian yah yang kena sunami di jepang,...
bokap : iya, tapi emang negara itu rawan bencana
nyokap : korbannya banyak tuh pah..
bokap : iya..
nyokap : terus papua kena jugakan pah?
bokap : iya, tapi gak terlalu parah kyk di hawai..
nyokap : pah, kan kita di jawa.. rumah kita jauh dari pantaikan ya?
bokap : iya.. kita gk kena dampak.. kan lempengan pulau kita beda.. makanya, kebanyakan gempa yang kena yang di sebelah timur sana..
nyokap : alhamdulillah.. berarti kita jauh dari kena tsunami ya pah? :)
bokap: iya.. kita jauh dari tsunami.. TAPI deket kalo kejatuhan meteor..
nyokap : ehm... (-_-)> #garuk2 kepala
-------------------------------------
posisi gue yang lagi nguping jadi ketawa ngakak..
hahaha..
dan itulah pasangan terserasi di sore ini.. :)
Minggu, 13 Maret 2011
(belum ada judul)
Matahari terbit di sebelah timur, hembusan angin dari ufuk laut sudah kembali ke daratan. Terlihat sebuah kota yang sudah mulai sibuk di pagi hari, sebuah kota kecil dibawah megahnya langit sang pencipta. Dibagian sebelah timur kota, ada toko yang menjual berbagai makanan ringan seperti kripik dan lain-lain, sang pengusaha bernama SITI dan asisstennya bernama SARTIKA terlihat sudah membuka toko. Tak jauh terdengar suara ribut dari tempat kos sebelah toko, AYU sang mahasiswa yang menunggak uang kosan selama 2 bulan yang sedang ditagih sama pemilik kos HANA yang terkenal galak. Pertengkaran itu membuat sang ibu RW, RESITA turut menengahi. Suasana gaduh dipinggir kota yang belum hilang dari bayangan. Mamaksa waktu berjalan terus menuju pusat kota, disambut dengan tingginya gedung-gedung bertingkat. Ada sebuah studio sekaligus basecamp band “TR” yang personilnya terdiri dari JOLDI, ADIT, RICO, DITA, AMBAR & TIKA. Disamping sebuah studio ada gedung bertingkat 3, di lantai 2 ada sebuah kantor majalah bagian fashion yang selalu menjadi trend setter dikalangan anak-anak kota. Para cewek yang berkreasi didalamnya adalah DEA, PUTRI & SEPTI. Di lantai 3 ada kantor majalah bagian korea, sang jurnalis dan tim kreatifnya bernama KARTIKA & SELLY. Dilantai satu terlihat sedang ada pemotretan, sang photographer ULFA yang sedang mengarahkan gaya sang model bernama FEBI dan ada NURVITA yang sedang diwawancara oleh wartawan majalah soal film horror terbarunya.
Tak terasa jam makan siang sudah menanti, para pegawai sudah mulai berhamburan keluar kantor. Terlihat beberapa tempat makan sudah penuh oleh para pembeli, salah satunya sebuah restoran bernuansa cina ditengah kota. Sang pemilik GEOFANY & RYAN terlihat sibuk membantu karyawannya melayani para pelanggan.Terlihat sebuah pamflet disamping restoran itu, pamflet penerimaan murid baru dalam kelas yoga yang melatih ketenangan dan kesabaran hati yang dipasang sang pemilik bernama HASANAH. Ditengah keramaian kota, beberapa mobil pegawai pemerintahan berjalan menyusuri jalan raya kota dan berhenti di gedung pemerintahan. Keluarlah sang wali kota dengan menteri keuangan SARAH dan menteri luar negeri RISKA yang berjalan memasuki gedung pemerintahan.
Sebuah mobil melintasi gedung pemerintahan, dan berhenti di sebuah restoran bernuansa jawa yang ada diujung jalan. Sang pemilik DANY, antusias menyambut dua orang yang keluar dari mobil tersebut. Mereka adalah jurnalis harian Koran indigo, yaitu PUSPITA & MUTIARA. Mereka berjalan masuk kedalam restoran, terlihat ada NOVERINA yang sedang launching desain terbarunya kepada para kliennya. Tak jauh dari situ ada sebuah pusat latihan tinju yang dimiliki oleh WAHYU, guru yang melahirkan petinju handal di kota itu. Beberapa anak sekolah dasar melewati tempat itu, menuju gedung disampingnya. Tempat les matematika yang terkenal di kota, sang guru adalah master matematika, dia bernama MARCHYA. Dulu dua blok dari tempat itu ada toko elektronik yang dimiliki oleh IVAN, namun Karena sang pemilik terkena deportasi oleh pemerintah maka dia menjualnya kepada seorang tabib khusus penyembuh asma yaitu PIPIH. Tabib tersebut bekerjasama dengan seorang pemilik air murni yang cinta penghijauan yang bernama ANDINI.
Senja mulai datang, para pekerja mulai memadati jalan raya dengan kendaraan. Terlihat HERA, RUTH dan VIVIN yang sedang berjalan menuju gereja. Toko-tokopun sudah mulai tutup, ketika adzan magrib berkumandang, beberapa para muslim menuju masjid untuk sholat berjamaah. Beberapa para warga tionghoapun mulai memadati klenteng. Sungguh amat nyata, mereka berdoa dengan iman yang berbeda namun tetap bisa dengan hikmat menghadap Tuhan yang Esa. Semua berjalan dijalannya masing-masing, dibawah tangan Tuhan.
Tak terasa jam makan siang sudah menanti, para pegawai sudah mulai berhamburan keluar kantor. Terlihat beberapa tempat makan sudah penuh oleh para pembeli, salah satunya sebuah restoran bernuansa cina ditengah kota. Sang pemilik GEOFANY & RYAN terlihat sibuk membantu karyawannya melayani para pelanggan.Terlihat sebuah pamflet disamping restoran itu, pamflet penerimaan murid baru dalam kelas yoga yang melatih ketenangan dan kesabaran hati yang dipasang sang pemilik bernama HASANAH. Ditengah keramaian kota, beberapa mobil pegawai pemerintahan berjalan menyusuri jalan raya kota dan berhenti di gedung pemerintahan. Keluarlah sang wali kota dengan menteri keuangan SARAH dan menteri luar negeri RISKA yang berjalan memasuki gedung pemerintahan.
Sebuah mobil melintasi gedung pemerintahan, dan berhenti di sebuah restoran bernuansa jawa yang ada diujung jalan. Sang pemilik DANY, antusias menyambut dua orang yang keluar dari mobil tersebut. Mereka adalah jurnalis harian Koran indigo, yaitu PUSPITA & MUTIARA. Mereka berjalan masuk kedalam restoran, terlihat ada NOVERINA yang sedang launching desain terbarunya kepada para kliennya. Tak jauh dari situ ada sebuah pusat latihan tinju yang dimiliki oleh WAHYU, guru yang melahirkan petinju handal di kota itu. Beberapa anak sekolah dasar melewati tempat itu, menuju gedung disampingnya. Tempat les matematika yang terkenal di kota, sang guru adalah master matematika, dia bernama MARCHYA. Dulu dua blok dari tempat itu ada toko elektronik yang dimiliki oleh IVAN, namun Karena sang pemilik terkena deportasi oleh pemerintah maka dia menjualnya kepada seorang tabib khusus penyembuh asma yaitu PIPIH. Tabib tersebut bekerjasama dengan seorang pemilik air murni yang cinta penghijauan yang bernama ANDINI.
Senja mulai datang, para pekerja mulai memadati jalan raya dengan kendaraan. Terlihat HERA, RUTH dan VIVIN yang sedang berjalan menuju gereja. Toko-tokopun sudah mulai tutup, ketika adzan magrib berkumandang, beberapa para muslim menuju masjid untuk sholat berjamaah. Beberapa para warga tionghoapun mulai memadati klenteng. Sungguh amat nyata, mereka berdoa dengan iman yang berbeda namun tetap bisa dengan hikmat menghadap Tuhan yang Esa. Semua berjalan dijalannya masing-masing, dibawah tangan Tuhan.
Langganan:
Komentar (Atom)